Beberapa biaya yang timbul akibat proses jual beli rumah baik secara KPR maupun tunai, terutama yang berhubungan dengan pajak jual beli properti.

Biaya Yang Timbul Dari Jual Beli Rumah

Biaya Yang Timbul Dalam Jual Beli Rumah

.
Saat akan membeli rumah baik itu rumah bekas atau rumah baru dengan cara KPR, biasanya kita akan terbujuk dengan iming – iming uang muka ringan, diskon / cashback puluhan juta, hadiah / doorprize, free biaya dan lain-lain. Pihak marketing akan terus berusaha membuat calon pembeli agar segera membayar booking fee atau UTJ.

Ternyata banyak calon pembeli yang langsung membayar tanpa menanyakan biaya apa saja yang nanti akan dikeluarkan saat proses jual beli rumah, jangan sampai saat dijadwalkan untuk realisasi akad kredit ternyata muncul banyak biaya yang diawal pembelian tidak disebutkan oleh pihak marketing. Jika anda tidak bisa menyediakan biaya-biaya tambahan tersebut biasanya anda akan dibatalkan dalam proses pembelian rumah, dan Uang Tanda Jadi akan hangus serta uang muka akan dipotong hingga 50%, sangat rugi bukan …?

Agar tidak terjebak dan terhindar dari hal-hal seperti diatas, maka ada beberapa hal yang perlu anda tanyakan terkait biaya-biaya yang akan muncul dalam proses jual beli rumah. Tanyakan dengan jelas dan detail, apakah harga sudah bebas biaya lain-lain, atau ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan lagi. Jangan sampai anda menyesal dikemudian hari.

Biaya yang harus dibayar oleh pembeli saat melaksanakan jual beli rumah :

  1. Booking Fee dan Uang Tanda jadi (UTJ)
    Booking Fee adalah pembayaran sebagai bukti keseriusan pembeli atas rumah yang akan dibeli, besarannya antara 500 ribu hingga 1,5 juta. Uang booking fee tidak mengurangi uang muka dan akan hangus jika pembeli batal membeli rumah dengan alasan apapun termasuk jika tidak di ACC oleh pihak bank penyedia KPR.
    .
    Uang Tanda Jadi (UTJ) mempunyai pengertian yang sama dengan booking fee, tapi mempunyai kelebihan mengurangi uang muka. Tapi jangan senang dahulu karena besaran Uang Tanda Jadi (UTJ) sangat besar, yaitu antara 5 – 30 juta, uang UTJ juga akan hangus jika anda batal membeli rumah dalam keadaan apapun termasuk jika tidak di ACC oleh bank penyedia KPR, ini sangat merugikan karena jumlahnya sangat besar.
    .
    Biasanya jika sudah ada booking fee, maka tidak ada Uang Tanda Jadi (UTJ), begitu juga sebaliknya. Tergantung kebijakan dari perumahan yang bersangkutan.
    .
  2. Uang Muka / Down Payment (DP)
    Besaran uang muka pembelian rumah sangat bervariasi, yaitu antara 5% hingga 30%, tergantung dari kebijakan setiap penjual rumah atau developer perumahan. Umumnya DP harus dibayar tunai, tapi ada juga yang bisa diangsur hingga 18 bulan. Yang perlu ditanyakan adalah cara pembayaran DP tersebut, ada beberapa cara pembayaran DP, yaitu :
    .
    1. Membayar DP dulu sampai lunas, setelah itu baru diajukan proses KPR.
    Cara ini sangat merugikan calon pembeli, karena jika anda tidak di ACC oleh pihak bank, maka otomatis pembelian rumah akan batal, dan biasanya DP akan dipotong hingga 50%.
    .
    2. Diajukan proses KPR dahulu, setelah di ACC oleh pihak bank, baru membayar DP hingga lunas.
    Cara kedua ini dianggap paling menguntungkan bagi kedua belah pihak, pembeli merasa tenang dalam melunasi DP karena sudah di ACC oleh bank, dan pihak developer juga merasa tenang dalam membangun rumah karena sudah ada jaminan ACC dari bank terkait pengajuan KPR pembeli.
    .
    Dan perlu diperhatikan, bahwa bukti anda sudah di ACC oleh pihak bank, yaitu dengan telah keluarnya Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit (SP3K) secara resmi oleh bank yang bersangkutan.
    .
  3. Biaya KPR
    Biaya ini akan timbul jika melakukan pembelian rumah secara Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) di bank, jika melakukan pembelian secara tunai maka tidak ada biaya KPR. Biaya KPR ini ditanggung oleh pembeli dan dibayarkan langsung ke bank saat dilaksanakan proses realisasi akad kredit di bank yang bersangkutan. Besar biaya KPR antara 4% hingga 5% dari total pinjaman kredit.
    .
  4. Biaya BPHTB
    BPHTB adalah singkatan dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau yang biasa disebut pajak pembeli, biaya ini wajib dibayarkan oleh pembeli sebelum dilaksanakan Akta Jual Beli (AJB). Besar biaya BPHTB adalah 5% dari (harga jual rumah dikurangi Rp. 60 juta).
    Cara menghitung biaya BPHTB :
    Biaya BPHTB = (Harga Rumah ▬ Rp. 60 juta) x 5%
    .
  5. Biaya Akta Jual Beli (AJB)
    Biaya pembuatan Akta Jual Beli (AJB) adalah 1% dari harga jual rumah, dan biaya ini dibayarkan langsung ke notaris / PPAT yang bersangkutan. Umumnya biaya AJB ditanggung oleh pembeli, tapi bisa juga ditanggung oleh kedua belah pihak yaitu penjual dan pembeli sesuai dengan kesepakatan.
    .
  6. Biaya Balik Nama (BBN)
    Bea Balik Nama (BBN) adalah biaya proses balik nama sertifikat rumah dari pihak penjual kepada pihak pembeli, besar biaya BBN yaitu 2 % dari harga jual rumah. Biasanya biaya BBN ditanggung oleh pembeli, tapi bisa juga dibagi dua oleh pihak penjual dan pembeli sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.
    .
  7. Biaya PPN
    Besar biaya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah 10% dari harga rumah, biaya PPN biasanya hanya muncul jika membeli rumah dari pihak developer yang sudah berbadan hukum atau PT yang merupakan Pengusaha Kena Pajak (PKP). Umumnya biaya ini ditanggung oleh pembeli, tapi bisa juga ditanggung oleh kedua belah pihak yaitu penjual dan pembeli sesuai dengan kesepakatan.

Biaya yang harus dibayar oleh penjual dalam proses jual beli rumah :

  1. Biaya PPh
    Besar biaya Pajak Penghasilan (PPh) atau yang biasa disebut pajak penjual adalah 2,5% dari harga jual rumah, dan ini menjadi tanggung jawab penjual untuk membayarnya.
    .
  2. Biaya Jasa Notaris / PPAT
    Notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) mempunyai peranan sangat penting didalam proses jual beli rumah, karena notaris adalah pihak yang paling berwenang menyetujui keabsahan dari proses jual beli rumah dan membuat Akta Jual Beli (AJB). Biaya notaris berada dikisaran 0,5 – 1% dari harga jual rumah, paling murah biasanya adalah Rp. 5 juta. Umumnya biaya ini ditanggung oleh penjual, namun bisa juga dibagi rata oleh kedua belah pihak yaitu penjual dan pembeli sesuai dengan kesepakatan.

Itulah beberapa biaya yang timbul dalam jual beli rumah bekas dan baru baik secara KPR maupun tunai, semoga bisa membantu agar anda tidak terjebak dan tertipu didalam proses jual beli rumah. Untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai jual beli rumah, anda bisa mengunjungi halaman Pengertian dan Perbedaan AJB, IJB dan PPJB.

Salam Hangat,
Team Surya Harmoni

Rumah Mewah Murah

Type 38 Felix

Type 48 Nevina

Type 56 Luxury

Type 65 Victory

Type 82 Hedona

Surat Aman & Terjamin